Wednesday, May 04, 2005

Konflik PKB Kian Runcing, Masalah Klise Partai

YOGYA (KR) - Konflik di tubuh Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) makin meruncing. Bahkan sejumlah ulama dan kiai di wilayah Jateng-DIY yang bertemu di Pondok Al Munawwir Krapyak Yogya mengamanatkan pada DPP PKB hasil Musyawarah Luar Biasa (MLB) Yogya, agar segera menggelar Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas).
Dalam pertemuan yang dihadiri lebih dari 220 kiai di Jateng-DIY di rumah KH Ahmad Warson Munawwir, Krapyak Yogya Selasa (3/5), makin mengukuhkan dukungan terhadap kepemimpinan DPP PKB hasil Muktamar Luar Biasa (MLB) 2002 di Yogya. Bahkan para kiai meminta agar Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf (Gus Ipul), terus berjuang mengembalikan PKB sesuai dengan amanat para kiai serta AD-ART yang benar.Dalam Pertemuan yang juga dihadiri Alwi Shihab, Gus Ipul dan AS Hikam ini, para kiai di Jateng dan DIY sepakat mendukung keputusan Forum Kiai Langitan untuk mengembalikan posisi Alwi Shihab dan Saifullah Yusuf sebagai Ketua Umum dan Sekjen DPP PKB. Mereka juga menyatakan sikap mendukung para kiai Langitan untuk melakukan perbaikan dan meluruskan jalannya organisasi PKB sesuai dengan AD/ART yang berlaku. Selain itu, meminta kepada DPP PKB hasil MLB 2002 untuk mengambil langkah-langkah organisatoris, hukum dan politik untuk menyelesaikan masalah-masalah partai secara tuntas dalam waktu secepat-cepatnya. Terkait masalah tersebut, para kiai di Jateng dan DIY meminta diadakannya forum pertemuan kiai-kiai pesantren secara nasional dalam bentuk Munas alim ulama sesegera mungkin. Pernyataan sikap tersebut diambil setelah para kiai DIY-Jateng mendengar penjelasan kiai Langitan dan DPP PKB. Pernyataan sikap para kiai Jateng dan DIY ini disampaikan kembali oleh Gus Ipul kepada wartawan.Tampak hadir dalam pertemuan antara lain KH Muhaiminan Gunardo (Ponpes Bambu Runcing Parakan Temanggung), KH Zainal Abidin Munawwir (Ponpes Al Munawwir Krapyak Yogya), KH Abdurrahman Chudhori (Ponpes API Tegalrejo Magelang), KH Nawawi Abdul Aziz (Ponpes Annur Ngrukem Sewon Bantul), KH Ahmad Basyir dari Kudus, KH Muchsin Ali dari Jepara dan sejumlah kiai lainnya. Selain itu ratusan peserta yang terdiri pengurus PKB Jateng-DIY juga memadati kompleks kediaman KH Ahmad Warson Munawwir.Dalam pertemuan itu, banyak muncul keluhan dan keprihatinan atas kemelut di PKB. KH Anwar Iskandar (Ketua Dewan Syuro DPW PKB Jatim) misalnya, menyatakan bahwa pemberhentian Alwi-Ipul tidak sah karena melanggar AD/ART. Sehingga, muktamar pun menjadi tidak sah karena penyelenggaranya juga tidak sah.Terkait masalah itu, Alwi Shibab menjelaskan soal langkah yang telah diambil berkaitan dengan pencopotan dirinya sebagai Ketum DPP PKB. Atas pencopotan dirinya yang dinilai semena-mena, pihaknya telah mengambil langkah hukum berupa gugatan ke pengadilan.Gugatan itu sendiri Selasa kemarin telah disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Pihak tergugat di antaranya KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Mahfud MD, Muhaimin Iskandar dan Arifin Junaidi, adalah yang menandatangani surat pemecatan Alwi Shihab. Namun dalam sidang perdana kemarin, pihak tergugat atau kuasa hukumnya tidak datang, sehingga persidangan ditunda pekan depan.Meskipun demikian, Alwi meyakini bakal memenangkan gugatan tersebut. Pasalnya, pencopotan dirinya sebagai Ketum DPP PKB hanya didasarkan pada rapat pleno. "Padahal sudah jelas, muktamar adalah forum tertinggi dalam pengambilan keputusan, bukan pleno. Karena itu, pertemuan PKB di Semarang beberapa waktu lalu, tidak bisa disebut sebagai muktamar, melainkan hanya sekadar kumpul-kumpul orang PKB," tegasnya.Lebih dari itu, Alwi menegaskan keabsahan kepemimpinannya dengan merujuk pada Lembaran Negara yang masih mencantumkan nama dirinya dan Saifullah Yusuf sebagai Ketua Umum dan Sekjen DPP PKB. "Karena itu, segala kegiatan yang mengatasnamakan PKB harus sepengetahuan Ketua Umum dan Sekjen," tegasnya lagi.Sedang menyangkut digunakannya Kantor DPP PKB di Kalibata Jakarta oleh kepengurusan Muhaimin Iskandar, menurut Alwi, sebenarnya pihaknya bisa mengusir karena mereka bukan sebagai pengurus yang sah.Hidupkan PKB DIYDengan adanya dukungan para kiai, dalam pertemuan tersebut Alwi-Ipul menyatakan secara tegas untuk menghidupkan kembali DPW PKB DIY yang sebelumnya dibekukan. Langkah berikutnya, segera menggelar pleno untuk menetapkan Pjs-nya. Dengan demikian, menurut Gus Ipul, kepengurusan yang ada selama ini dianggap tidak sah.Sementara itu juru bicara kubu Alwi Shihab, AS Hikam, kepada KR menyatakan dukungan kepada pepemimpinan Alwi-Ipul terus bertambah. Pihaknya mengklaim telah mendapat dukungan 17 DPW dari 33 DPW yang ada. "Dengan jumlah dukungan tersebut berarti telah memenuhi syarat untuk menggelar Mukernas," ujarnya.Ia juga menegaskan keabsahan dari kepemimpinan Alwi-Ipul untuk menyelenggarakan muktamar yang sah. Dengan demikian, muktamar yang digelar di Semarang beberapa waktu lalu dinilai tidak sah karena melanggar aturan organisasi.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home