Wednesday, May 04, 2005

Klaten Kekurangan Guru

Klaten (KATALIS)
Sebanyak 495 pegawai negeri sipil (PNS) di Klaten memasuki masa pensiun pada tahun 2005. Hal itu menyebabkan kurangnya pegawai negeri terutama guru di Klaten.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah Pemkab Klaten Mujaeroni SH MH, ketika ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (30/4), pada tahun 2005 terjadi peningkatan jumlah PNS yang pensiun dibanding tahun-tahun sebelumnya. Kenaikan terbesar jumlah pegawai pensiun diperkirakan tahun 2006 mendatang.Menurut Roni, sapaan akrab Mujaeroni, dari jumlah 495 PNS yang pensiun itu yang paling banyak adalah dari kalangan guru, yaitu sebanyak 271 personel. Sedangkan dari pegawai struktural sebanyak 33 personel dan dari staf sebanyak 191 personel.Dikatakan Roni dari hasil pendataan ulang PNS pada tahun 2004 jumlah PNS di Klaten sebanyak 17.106 orang. Kemudian di tahun 2005 per Maret turun menjadi 16.663 orang. Penurunan jumlah pegawai itu selain karena banyak pegawai yang pensiun juga karena banyak yang meninggal dunia. ”Dari jumlah PNS yang ada, jumlah terbesar adalah guru yaitu mencapai 12.024 orang. Karena jumlah guru terbanyak yang pensiun pun paling banyak mencapai 271 dari 495 PNS yang telah dan akan pensiun di tahun 2005,” kata Roni.Dari banyaknya jumlah PNS yang pensiun itu, menurutnya, Klaten saat ini kekurangan PNS terutama guru. Namun demikian untuk penambahan PNS, kata Roni, merupakan kewenangan Pemerintah Pusat. Daerah hanya mengajukan permohonan penambahan PNS. ”Tahun ini saya belum membuat permohonan penambahan PNS karena permohonan yang dulu saya belum terpenuhi semua. Jumlah PNS untuk guru memang kurang, namun untungnya kekurangan itu ditutup dengan adanya guru bantu.”Semetara itu, dikatakan pula jumlah pegawai yang akan pensiun karena umur di tahun 2006 lebih dari 500 personel. Jumlah PNS yang pensiun di tahun 2005 dan 2006 itu lebih besar dibanding tahun sebelumnya, yang menurut Roni sekiatar 300 personel pertahun. Di WonogiriKasus serupa terjadi di beberapa daerah lain, termasuk Kota Gaplek Wonogiri. Sebagaimana diberitakan SOLOPOS (13/2/2004), Kasubdin TK/SD Dinas Pendidikan Wonogiri Drs Purwanto GP juga menyebutkan kekurangan guru menjadi problem di dunia pendidikan Wonogiri. Hampir semua sekolah kekurangan guru. ”Hanya ada dua kecamatan, yakni Wonogiri dan Selogiri yang jumlah guru SD bisa mencukupi, yang lain sangat kekurangan guru.” Menurut dia, proyek guru bantu dan grouping (penggabungan) SD menjadi langkah antisipasi masalah kekurangan guru. ”Dengan grouping diharapkan kebutuhan guru bisa dipenuhi, sebab saat ini rata-rata siswa SD tidak sampai memenuhi batas maksimal ruang kelas atau 40 siswa/kelas.”Purwanto tidak menyebutkan secara pasti jumlah guru yang dibutuhkan. Tapi dia mengatakan ada satu sekolah yang hanya terdapat tiga orang guru dengan enam buah lokal. (AK)

0 Comments:

Post a Comment

<< Home