Wednesday, May 11, 2005

KEJAGUNG TETAPKAN NELOE, WAYAN, DAN SHOLEH TERSANGKA BARU KASUS BANK MANDIRI


Jakarta, 11/5 (KATALIS) - Kejaksaan Agung (Kejagung) di Jakarta, Rabu petang, menetapkan tiga orang direksi PT Bank Mandiri Tbk, yakni Direktur Utama ECW Neloe, Wakil Direktur Utama I Wayan Pugeg, dan Direktur Corporate Banking M Sholeh Tasripan sebagai tersangka baru kasus Bank Mandiri.

Kapuspen Kejagung RJ Soehandojo menyatakan, ketiga orang direksi tersebut mempunyai peranan dalam hal pemberian kredit yang diduga direkayasa agar macet, kepada empat perusahaan yakni PT Lativi Media Karya, PT Siak Zamrud Pusako, PT Cipta Graha Nusantara, dan PT Artha Bhama Texindo yang menyebabkan kerugian keuangan negara lebih dari Rp1 triliun.

Ketiga direksi tersebut sebelumnya telah menjalani pemeriksaan secara maraton sebagai saksi, Neloe telah dua kali diperiksa, Wayan delapan kali, dan Tasripan tujuh kali diperiksa.

Dari hasil pemeriksaan ketiganya sebagai saksi, menurut Soehandojo, diduga kuat ketiga direksi Bank Mandiri itu bisa ditetapkan sebagai tersangka.

Soehandojo mengatakan, peningkatan status tiga direksi dari saksi menjadi tersangka itu, berdasarkan hasil evaluasi tim penyidik terhadap keterangan saksi dan diduga kuat adanya keterlibatan ketiga direksi bank tersebut dalam proses pemberian kredit sehingga macet.

Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Hendrawan Supanji telah mengajukan pencekalan atas mereka kepada Jaksa Agung dengan tembusan Jaksa Agung Muda Intelejen (Jamintel) Muchtar Arifin.

Tim jaksa penyidik hari Rabu itu pula, melayangkan surat pemanggilan kepada ketiga direksi PT Bank Mandiri itu untuk diperiksa sebagai tersangka pada Senin (16/5) depan.

Soehandojo belum dapat memerinci menyangkut kerugian negara tersebut, termasuk masalah kemungkinan penahanannya, karena termasuk masalah penahanan, karena ketiganya baru akan diperiksa sebagai tersangka pada Senin depan.

Sejauh ini pihak Kejagung telah menetapkan nama-nama tersangka dan sudah menjalani penahanan terhadap Nader Taher (Dirut PT Siak Zamrud Pusako), dan tiga direksi PT Cipta Graha Nusantara yaitu Syaiful, Edison dan Diman Ponijan.

0 Comments:

Post a Comment

<< Home